Rabu, 21 September 2016

materi ips sd kelas 3 bab 1 KTSP



Materi IPS SD kelas III  Bab 1 Lingkungan Alam dan Buatan

A.    Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri). Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.
B.     Ketampakan Lingkungan Alam dan Buatan
      Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Lingkungan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan alam dan lingkungan buatan. Berikut akan diuraikan tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan yang ada di alam semesta, khususnya yang ada di sekitar kita.
1.      Lingkungan Alam
            Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang ada di alam dan diciptakan oleh Tuhan. Ketampakan lingkungan alam di muka bumi berbeda-beda. Contoh lingkungan alam yang ada di muka bumi, antara lain sungai, danau, laut, lembah, dan gunung. Selain itu, ketampakan alam ada juga yang berupa dataran rendah, pantai, laut, pegunungan, dan dataran tinggi.
a.       Pegunungan
Salah satu ketampakan alam yang dapat kita lihat adalah pegunungan. Pegunungan adalah bentang alam yang berupa deretan gunung yang bersambungan. Pegunungan termasuk dataran tinggi. Udara di pegunungan biasanya sejuk dan bahkan ada yang sangat dingin. Daerah pegunungan sangat baik untuk bercocok tanam buah, sayur, dan bunga. Daerah pegunungan juga dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata. Oleh karena pemandangannya yang indah. Daerah pegunungan yang banyak ditumbuhi tanaman dapat menyerap dan menyimpan air hujan. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya erosi. Erosi adalah pengikisan tanah yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor.
b.      Sungai
Sungai juga termasuk ketampakan alam. Sungai banyak memberikan manfaat bagi manusia. Manfaat sungai, antara lain untuk mandi, mencuci, pengairan lahan pertanian (irigasi) dan sarana transportasi (untuk sungai sungai besar di luar Pulau Jawa). Di sungai banyak hidup berbagai binatang air, seperti ikan, buaya, dan katak
c.         Danau
Danau merupakan lingkungan alam. Danau terjadi karena adanya cekungan di alam yang terisi air, baik dari air hujan maupun dari mata air yang ada di tempat tersebut. Danau juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air. Danau sangat bermanfaat bagi manusia. Manfaat danau bagi kehidupan manusia, antara lain, untuk keperluan-keperluan sebagai berikut:
1) budi daya ikan air tawar,
2) tempat wisata,
3) irigasi atau pengairan sawah, dan
4) sarana olahraga (dayung).
d.      Pantai dan Laut
Pantai adalah daerah perbatasan antara laut dan daratan. Pantai lazim terletak di daerah pesisir. Pantai biasanya banyak ditumbuhi pohon kelapa dan tumbuhan bakau.Tumbuhan bakau berguna untuk menahan abrasi atau erosi yang disebabkan gelombang air laut dan tempat hidup ikan. Pantai yang indah menjadi salah satu objek wisata yang digemari banyak orang.
Laut juga termasuk dalam ketampakan alam yang banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Laut menyimpan banyak kekayaan alam, seperti ikan dan mutiara. Di dasar laut juga banyak terdapat sumber daya alam, seperti minyak bumi dan gas. Laut menjadi sarana transportasi yang penting, baik dalam satu negara maupun antarnegara. Laut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana olahraga, seperti berenang menyelam, ski air, selancar, dan perahu layar.
2.      Lingkungan Buatan
Lingkungan buatan adalah segala sesuatu yang dibuat oleh manusia dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Contoh lingkungan buatan adalah waduk, lahan
pertanian, tambak, perkebunan, dan permukiman penduduk.
a.        Waduk
Waduk dibuat manusia untuk menampung air hujan. Waduk juga sebagai tempat berkumpulnya aliran sungai atau tempat penampungan air di wilayah yang bersangkutan. Manfaat waduk bagi manusia, antara lain untuk keperluan-keperluan sebagai berikut:
1) pembangkit listrik,
2) irigasi atau pengairan sawah,
3) budi daya ikan air tawar,
4) tempat rekreasi,
5) pengendali banjir, dan
6) kegiatan olahraga (dayung, ski air, dan sebagainya).
b.       Lahan Pertanian
Indonesia merupakan negara yang mempunyai lahan pertanian yang luas. Lahan pertanian yang ada di Indonesia dimanfaatkan penduduk untuk kegiatan pertanian seperti padi, jagung, sayuran, buah, dan tanaman lainnya. Sebagian besar penduduk di negara kita bermata pencaharian sebagai petani. Lahan pertanian harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hasil pertanian berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
c.        Tambak
Usaha tambak dilakukan di daerah dekat pantai. Petani tambak menggunakan daerah pantai untuk usaha tambak udang dan bandeng. Udang dan bandeng merupakan sumber protein yang diperlukan tubuh kita. Pernahkah kamu melihat budi daya bandeng di tambak?
d.      Perkebunan
Pernahkah kamu pergi ke daerah pegunungan atau di dataran tinggi? Tanaman apa saja yang ada di daerah pegunungan? Tanaman di daerah pegunungan adalah jenis tanaman perkebunan yang bisa tumbuh dengan baik di daerah sejuk, seperti teh, kopi, dan tembakau. Selain di dataran tinggi usaha perkebunan juga diusahakan di tempat lain. Contoh hasil dari tanaman perkebunan lainnya adalah kelapa sawit, karet, cokelat, kapas, dan sebagainya. Perkebunan juga termasuk dalam lingkungan buatan. Perkebunan dibuat oleh manusia dengan tujuan untuk berbagai memenuhi kepentingan hidupnya.
e.       Pemukiman
Pemukiman penduduk merupakan suatu wilayah yang digunakan untuk tempat tinggal masyarakat. Pemukiman penduduk juga termasuk dalam lingkungan buatan, karena kompleks pemukiman dibuat manusia untuk
tujuan tertentu yaitu sebagai tempat tinggal. Kawasan pemukiman penduduk adalah suatu tempat berupa rumah-rumah yang dibangun pada lahan tertentu.
C.     Lingkungan Alam dan Buatan di Sekitar Sekolah
Lingkungan alam dan lingkungan buatan juga dapat kamu temukan di sekolah. Coba, kamu perhatikan uraian berikut. Murid-murid kelas III dibimbing oleh Bu Farida menuju halaman belakang sekolah. Dari halaman belakang sekolah terlihat bentuk muka bumi yang menonjol tinggi dan besar di kejauhan. Bu Farida menjelaskan bahwa bentuk muka bumi tersebut adalah gunung dan sudah ada sejak dahulu sebelum sekolah ini dibangun. Gunung termasuk lingkungan alam yang ada di bumi. Pernahkah kamu melihat atau pergi ke gunung? Di sekitar sekolah selain ada gunung, juga ada parit yang dibuat oleh penjaga sekolah dengan dibantu beberapa pekerja. Parit berguna untuk mengalirkan air bila terjadi hujan. Oleh karenanya, halaman sekolah tidak pernah tergenang air. Parit termasuk lingkungan buatan karena dibuat oleh manusia. Di samping gedung sekolah terdapat kolam untuk memelihara ikan lele. Warga sekolah ikut memelihara kolam tersebut. Setiap hari, secara bergiliran murid-murid memberi makan dan membersihkan kolam. Kolam termasuk lingkungan buatan. Selain ketampakan alam dan buatan yang telah diuraikan di muka, dapatkah kamu menyebutkan ketampakan lingkungan alam dan ketampakan lingkungan buatan yang ada di sekitar sekolahmu?
D.     Cara Memelihara Lingkungan Alam dan
Buatan
Lingkungan alam dan buatan harus dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya. Lingkungan alam dan buatan yang dijaga kelestariannya akan terus memberikan manfaat bagi manusia. Berikut beberapa cara dalam memelihara lingkungan alam dan buatan yang ada di sekitar kita.
1.      Cara Memelihara Lingkungan Alam
Tumbuh-tumbuhan yang hidup di hutan dan di pegunungan dapat berfungsi untuk melestarikan air, udara, dan tanah. Akar tumbuhan dapat berfungsi sebagai penahan air, sehingga tidak akan terjadi banjir dan erosi pada saat hujan deras. Erosi dan banjir menyebabkan lapisan tanah paling atas akan ikut hanyut. Padahal lapisan tanah paling atas adalah yang paling subur. Hutan juga disebut dengan paru-paru dunia. Tumbuhan yang ada di hutan menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida. Hal ini terjadi pada saat tumbuhan melakukan proses fotosintesis. Oksigen diperlukan makhluk hidup untuk bernapas.
a.        Menjaga Kelestarian Air
Setiap makhluk hidup membutuhkan air. Manusia membutuhkan air untuk minum, mandi, mencuci, memasak, dan lain-lain. Air untuk minum harus dimasak lebih dulu agar kuman-kuman nya mati. Hewan memerlukan air untuk minum dan mandi. Tumbuhan memerlukan air untuk pertumbuhan dan kesuburannya. Air merupakan karunia Tuhan yang harus dijaga keberadaan dan kebersihannya. Air yang kotor atau tercemar tidak dapat dimanfaatkan. Air yang kotor atau tercemar dapat membahayakan kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Kelestarian air dapat dijaga dengan cara antara lain:
1)       tidak membuang sampah di sungai atau saluran air
2)       melakukan kegiatan penghijuan atau penanaman pohon
yang dapat berfungsi sebagai penahan dan penyimpan air;
3)       menggunakan air sesuai kebutuhan.
4)      Air bekas cucian dan mandi diusahakan tidak langsung
meresap ke dalam tanah, tetapi dialirkan ke saluran
pembuangan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pencemaran
air tanah.
b.      Menjaga Kelestarian Udara
Udara sangat penting bagi kehidupan manusia. Setiap makhluk hidup di bumi membutuhkan udara. Manusia dan hewan memerlukan udara untuk bernapas. Tanpa udara semua makhluk hidup akan mati. Udara perlu dijaga kebersihannya. Asap pabrik dan asap kendaraan bermotor dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Pencemaran udara sama dengan polusi udara. Untuk mengurangi pencemaran udara, pabrik-pabrik yang besar harus menggunakan cerobong asap. Udara yang bersih baik untuk kesehatan badan. Untuk mengurangi terjadinya pencemaran udara
sebaiknya di kanan kiri jalan ditanami pohon. Kamu juga harus
ikut serta dalam menjaga kebersihan udara.
c.       Menjaga Kesuburan Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi makhluk hidup. Semua hasil pertanian, perkebunan, tambang, dan hasil bumi lainnya berasal dari tanah. Tanah yang subur dapat menghasilkan tanaman yang baik. Tanah yang tandus perlu diolah agar menjadi subur. Sampah dari daun baik untuk menyuburkan tanah.Untuk menjaga kelestarian tanah tanamilah tanah kosong di sekitarmu agar tidak menjadi tandus. Tanah harus diolah dengan pengairan dan pemupukan yang benar.
Kelestarian tanah juga dapat dilakukan dengan cara tidak membuang sampah di sembarang tempat. Sampah harus dibuang di lokasi pembuangan yang semestinya. Sampah yang kita buang umumnya terdiri atas sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup. Contoh sampah organik adalah daun-daun, sisa-sisa makanan, dan sebagainya. Sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari benda tak hidup. Contoh sampah anorganik antara lain kaleng, botol, dan plastik. Sampah organik dapat membusuk dan terurai oleh bakteri atau jamur sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. Sementara sampah anorganik tidak dapat terurai sehingga akan merusak kelestarian tanah. Oleh karena pentingnya tanah, air, dan udara maka jagalah kelestarian tanah, air, dan udara di sekitarmu. Hal ini bertujuan agar dapat terus memberikan manfaat bagi kehidupan. Semua itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Cara Memelihara Lingkungan Buatan
a.        Menjaga Ketertiban Lingkungan
Lingkungan yang aman, tertib, dan tenteram menjadi harapan semua orang. Oleh karenanya, setiap warga harus menjaga keamanan dan ketertiban. Apa yang terjadi jika kita tidak menjaga ketertiban lingkungan? Tentu saja lingkungan tidak akan aman, banyak terjadi pencurian, kekacauan, dan berbagai keributan lain. Akibatnya warga merasa terancam dan tidak dapat hidup tenang.
b.       Menjaga Kebersihan Lingkungan
Lingkungan yang bersih merupakan dambaan setiap orang. Kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab setiap orang. Perhatikan uraian berikut. Di kompleks perumahan Pak Tatang setiap hari minggu diadakan kerja bakti. Pukul tujuh pagi semua warga sudah berkumpul untuk melaksanakan kerja bakti. Mereka membawa alat-alat yang diperlukan untuk kerja bakti. Pak Tatang, selaku ketua RT, memberikan petunjuk kepada warga. Ada yang membersihkan saluran air, ada yang mendorong gerobak sampah, ada yang mencangkul, meratakan tanah, dan ada yang membersihkan rumput liar. Anak-anak juga ikut serta dalam kegiatan kerja bakti tersebut, dengan mengumpulkan sampah dan membuangnya ke tempat sampah. Ibu-ibu menyediakan makanan dan minuman untuk para warga. Sekarang kompleks perumahan tersebut menjadi bersih
dan asri. Lingkungan yang bersih akan mencegah berjangkitnya
berbagai penyakit. Kamu harus selalu menjaga lingkungan
tempat tinggalmu agar selalu bersih dan sehat.
c.        Menjaga Kebersihan Akuarium
Apakah kalian mempunyai akuarium di rumah? Akuarium
yang kalian miliki termasuk dalam lingkungan buatan. Akuarium
yang kita buat, di dalamnya berisi ikan dan berbagai benda
buatan yang mirip dengan benda-benda di sungai dan laut.
Seperti, batu karang, tanaman hias, kerikil, dan sebagainya.
Semua itu bertujuan agar akuarium terlihat seperti bentuk kehidupan laut yang sebenarnya, dan ikan yang ada di akuarium merasa seperti hidup
di laut. Akuarium harus selalu dijaga kebersihannya. Oleh karena itu, seminggu sekali akuarium harus dibersihkan. Airnya yang kotor harus rutin
diganti. semua itu akan membuat ikan hidup dengan sehat. Akuarium yang bersih menjadi indah dipandang mata.
3.      Contoh Perilaku Memelihara Lingkungan Alam dan Buatan
Kalian semua tentu pernah melihat sungai, baik sungai yang besar maupun sungai yang kecil. Sungai termasuk ketampakan alam. Tahukah kalian manfaat sungai? Manfaat sungai banyak sekali seperti yang telah dijelaskan di depan. Agar sungai selalu dapat dimanfaatkan oleh manusia,
sungai harus dijaga kelestarian dan kebersihannya. Contoh perilaku yang baik dalam memelihara sungai adalah dengan tidak membuang sampah
dan limbah ke sungai, karena dapat mencemari dan mengotori
sungai. Selain itu sampah yang dibuang di sungai juga dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir. Selain sungai, ketampakan
alam dan buatan yang harus dijaga kelestariannya adalah hutan. Hutan
ada yang alami dan ada yang buatan. Hutan alami adalah hutan yang ada dengan sendirinya sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hutan buatan adalah hutan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai tujuan dan kepentingan hidupnya.
Manfaat hutan yang paling utama adalah sebagai tempat penyimpanan air serta mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, kita tidak boleh merusak hutan. Hutan wajib dijaga kelestariannya dengan cara tebang pilih (menebang pohon dengan cara memilih pohon yang lebih tua dan siap untuk ditebang) dan reboisasi. Reboisasi adalah penanaman kembali pohon-pohon di hutan. Sawah merupakan contoh lingkungan buatan yang sengaja dibuat manusia. Petani menanam padi di sawah. Dari menanam padi petani mendapatkan beras yang dimasak menjadi nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Agar dapat memperoleh
hasil yang maksimal petani harus mengolah lahan pertaniannya dengan baik, seperti penggunaan pupuk yang benar, sistem pengairan yang baik, dan mengolah tanah dengan baik. Usaha usaha tersebut merupakan bentuk pemeliharan dan pelestarian lingkungan alam dan buatan.

Senin, 19 September 2016

Dunia pendidikan di Indonesia terus berkembang. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk pergantian dan penyempurnaan kurikulum pendidikan dari waktu ke waktu. Menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan dunia.

Kualitas Pendidikan Indonesia
Meskipun dimasyarakat kita masih lazim adanya pro dan kontra ketika terjadi perubahan kurikulum dan yang terkait dengannya. Namun, hal ini bukanlah menjadi penghalang bagi kita (khususnya para guru) untuk menyikapi secara positif perbedaan pendapat yang berkembang. Justru ini adalah tantangan untuk lebih optimal dalam menyesuaikan perubahan dan perkembangan yang ada menyiapkan generasi Indonesia (para siswa) yang berkualitas. Yang nantinya akan memimpin bangsa ini kedepan. 

Untuk menyiapkan generasi Indonesia yang berkualitas, tentu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas pula. Termasuk para guru. Terlebih, guru dapat dikatakan sebagai aktor utama dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebagai tokoh yang berperan penting pada pembentukan kualitas anak didik. 

Mengingat hal ini, maka mau tidak mau guru harus selalu siap untuk terus meningkatkan kualitasnya
sendiri. Karena tanpa adanya kualitas guru, maka akan sangat sulit untuk mewujudkan sumber daya anak didik yang berkualitas. 

Dalam usaha meningkatkan kualitas, maka para guru dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang berkembang saat ini. Tentunya banyak sekali teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang peningkatan kualitas para guru. Dari sekian banyak teknologi yang ada, disini akan dibahas salah satunya, yakni teknologi internet, khususnya blog. 

Mengenal Blog dan Manfaatnya

Sebelum kita membahas mengenai bagaimana memanfaatkan blog, maka alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang "blog".


1. Pengertian Blog

Menurut situs Wikipedia, Blog merupakan singkatan dari web log yakni bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbalik (isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama),meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Dari pengertian ini kita dapat menyimpulkan bahwa poin utama blog adalah tulisan. Yang mana tulisan menjadi isi utama dalam blog. Adapun aktifitas menulis dalam blog biasanya sering disebut dengan blogging. Sedangkan orang yang melakukan aktifitas ini disebut dengan blogger.

2. Jenis Blog

Adapun jenis blog sangatlah banyak diantaranya: Blog Pribadi, Blog Bertopik, Blog Kesehatan, Blog Politik, Blog Sastra, Blog Perjalanan, Blog Bisnis, Blog Pendidikan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Biasanya dapat dibedakan dari jenis isi tulisannya. Para guru dan siswa biasanya lebih banyak memanfaatkan jenis blog pendidikan dalam proses pendidikan yang berlangsung.

3. Manfaat Blog bagi Guru dan Siswa

Manfaat blog bagi Guru dan siswa sangatlah banyak sekali diantaranya:

- Blog dapat berguna sebagai media belajar guru dan siswa
Dengan ngeblog maka para guru dan siswa dapat memanfaatkan tulisan-tulisan dan fitur-fitur yang terdapat dalam blog sebagai media pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Dari sini guru dan siswa juga dapat memanfaatkan blog untuk mencari referensi media pembelajaran yang tepat. 

- Blog dapat menjadi portofolio 
Blog dapat menjadi media yang tepat bagi guru dan siswa sebagai dokumentasi portofolio. Guru yang setiap harinya selalu melakukan proses pembelajaran dapat menceritakan pengalaman proses pembelajaran yang terjadi sebagai bahan rujukan bagi guru lain ataupun siswa. Demikian pula siswa dapat mendokumentasikan tugas-tugasnya didalam blog (dengan panduan guru). Sehingga dengan demikian proses pembelajaran dan juga tugas-tugas yang telah dikerjakan siswa tidak hilang begitu saja, melainkan dapat terdokumentasikan dengan baik.

- Mudah Diakses
Blog berada pada lingkup jaringan internet yang memungkinkan koneksi lebih luas, bahkan setiap belahan dunia dapat mengaksesnya, dengan syarat terdapat jaringan internet. Dengan demikian blog menjadi sangat mudah diakses oleh para guru maupun siswa tanpa terikat denga tempat dan waktu. Dimana saja dan kapan saja.

- Lebih menarik
Media pembelajaran dapat menjadikan proses pembelajaran lebih asyik dan menarik. Dari sekian media pembelajaran yang ada, blog dapat menjadi pilihan yang tepat. Hal ini dikarenakan blog memiliki banyak sisi kelebihan bila dibandingkan dengan media pembelajaran konvensional. Media pembelajaran blog lebih banyak variasinya, lebih memungkinkan lebih banyak media (multimedia) untuk masuk kedalamnya, mudah pengaturannya, lebih interaktif dan tentunya lebih menarik. Apalagi sistemnya berada dalam jaringan internet yang memungkinkan interaksi lebih luas. (Baca : Contoh Cara Memanfaatkan Blog sebagai Media Pembelajaran)





Blog sebagai Media Pembelajaran


Dalam perkembangan teknologi dewasa ini, tidak dapat dipungkiri lagi peran besar internet dalam membentuk peradaban manusia. Pengaruh internet sedemikian luasnya terhadap perkembangan yang ada. Tak terkecuali, pendidikan. Dunia pendidikan menjadi terbuka luas untuk berkembang dengan adanya internet.

Ayo Ngeblog
Ayo Ngeblog
Dalam lingkup pembahasan ini maka peran internet sudah semestinya dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menguatkan peran pendidikan dalam membentuk karakter anak didik yang berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Termasuk disini adalah bagaimana seharusnya teknologi internet ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menunjang pendidikan yang berkualitas. 

Blog merupakan salah satu domain yang berada dalam ruang lingkup internet. Blog harus dioptimalkan perannya dalam pendidikan, salah satunya sebagai media pembelajaran. Hal ini didasari karena media pembelajaran menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri. Karena setiap proses pembelajaran akan dibutuhkan media pembelajaran yang tepat agar proses pencapaian tujuan pembelajaran dapat lebih optimal. 

Maka, mengingat hal tersebut sudah semestinya para guru dan siswa lebih membuka diri untuk lebih memaksimalkan media blog sebagai media pembelajaran. 

Cara Memanfaatkan Blog sebagai Media Pembelajaran


Banyak cara yang dapat digunakan para guru dan siswa dalam memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Diantaranya sebagai berikut:

1. Menjadikan Blog Guru sebagai Pusat dan Sumber Pembelajaran

Guru membuat blog khusus yang dimanfaatkan untuk menuliskan materi pembelajaran, ringkasan-ringkasan, bahan diskusi dan juga tugas-tugas yang dibuat untuk siswa. Kemudian guru mengarahkan siswa untuk saling berinteraksi dalam blog tersebut. Guru maupun siswa dapat berinteraksi dan memberikan tanggapannya dalam komentarnya di blog. Dengan demikian akan terjadi interaksi yang hidup antara guru dan siswa. Suasana pembelajaran akan lebih hidup. 

Cara ini akan memudahkan guru dalam memantau perkembangan siswanya melalui interaksi yang ada. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya relatif mudah untuk dilakukan siswa karena para siswa tidak disulitkan untuk membuat blog sendiri, namun hanya perlu belajar untuk berdiskusi dan menyelesaikan tugas melalui blog gurunya. Kelebihan yang lain adalah guru dapat memantau setiap aktifitas dan diskusi yang berlangsung diblognya. Namun disini guru harus sesering mungkin membimbing siswa dalam memanfaatkan blognya. Atau istilah lainnya harus sering-sering mempromosikan blognya kepada siswa.

2. Interaksi Blog Guru dan Blog Siswa

Disamping guru harus memiliki blognya sendiri, guru juga harus merangsang dan membimbing siswa untuk berusaha membuat blognya sendiri dan kemudian mengurusnya. Guru dapat mengatur ini sebagai bahan bimbingan untuk siswa dalam memanfaatkan blog untuk menyelesaikan tugas yang yang diberikan yang pada akhirnya dipajang di blog para siswa. Keuntungan dari metode/cara ini adalah terciptanya suasana kompetitif antar siswa untuk menjadikan blognya yang terbaik dimata guru. 

Disini guru dapat merangsang siswa untuk mengelola blognya dengan baik dengan iming-iming penghargaan/apresiasi. Dapat berupa nilai ataupun sesuatu yang bermanfaat dalam dunia nyata. Dengan cara ini maka dengan sendirinya akan tercipta budaya membaca dan menulis dikalangan siswa. Ini artinya siswa akan lebih banyak belajar.

3. Membangun Komunitas Blogger Pembelajaran

Ketika para guru dan murid sudah memiliki blog masing-masing dan telah terjadi interaksi antara keduanya, maka dapat ditidaklanjuti dengan membentuk komunitas Blogger Pembelajaran untuk menguatkan interaksi yang sudah ada. Dalam hal ini dapat terjadi tukar pendapat dan sharing antar anggota blogger untuk menunjang proses pembelajaran yang ada. Mungkin bisa dengan berbagi tips, kiat-kiat dan motivasi dan lain sebagainya. Disini guru berperan sebagai motivator agar para siswa senantiasa dapat memanfaatkan media komunitas ini semaksimal mungkin dengan mengambil manfaatnya.
Blog sebagai Media Pembelajaran yang Menyenangkan
Blog sebagai Media Pembelajaran yang Menyenangkan

Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berupa blog dapat menjadi alternatif yang dapat dipilih para guru dan siswa dalam menunjang proses pembelajaran agar menjadi lebih hidup dan lebih asyik. Belajar akan menjadi lebih menyenangkan!

Demikian artikel ini. Semoga bermanfaat :)
copy by : http://mufamedia.blogspot.co.id/2015/12/blog-sebagai-media-pembelajaran.html

Merancang Pembelajaran Yang Menarik

Suatu hari, ketika saya meminta pendapat beberapa siswa kelas V-VI Sekolah Dasar perihal pembelajaran yang menarik sehingga menjadikan mereka berprestasi lebih baik, saya mendapatkan jawaban yang menakjubkan. Betapa tidak, siswa yang rata-rata berumur di bawah 11 tahun itu bisa memberikan jawaban yang cukup lengkap bagi penyelenggaraan proses pembelajaran yang berkualitas, suatu jawaban yang biasanya hanya muncul dari guru-guru berpengalaman. Inilah rangkuman jawaban mereka jika dikalimatkan ulang:
Pembelajaran yang menarik adalah pembelajaran yang di dalamnya ada cerita, ada nyanyian, ada tantangan, dan ada pemenuhan rasa ingin tahu siswa. Gurunya santai dan humoris, namun memiliki kesungguhan dalam membantu siswa menguasai materi pelajaran melalui cara-cara yang mudah, cepat, dan menyenangkan. Gurunya mengerti dan memahami kondisi siswa, serta memberikan perhatian penuh kepada kelas. Selain itu guru juga memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk maju dan berkembang, tidak hanya pada siswa-siswa tertentu saja.
Coba kita bandingkan pendapat siswa di atas dengan pengertian dari kamus. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata menarik yang sesuai dalam konteks ini adalah: (1) menyenangkan (menggirangkan hati, menyukakan); dan (2) mempengaruhi atau membangkitkan hasrat untuk memperhatikan (Depdikbud, 2002:1145). Dengan demikian, merujuk pada pengertian kamus tersebut, pembelajaran yang menarik hanya mencakup dua unsur, yaitu: siswa senang dan siswa memperhatikan. Atau dengan kata lain, pembelajaran yang menarik adalah pembelajaran yang menyenangkan hati sehingga siswa mau memperhatikan.
Tentu saja pengertian demikian kurang lengkap. Dalam proses pembelajaran, siswa memang harus senang dan memperhatikan. Tetapi kalau ini ukurannya (siswa senang dan memperhatikan), mungkin tujuan pembelajaran tidak tercapai. Pasalnya, siswa bisa saja bertindak “seolah-olah” (seolah-olah senang atau seolah-olah memperhatikan) untuk membuat guru merasa senang (sehingga tidak marah-marah kepada siswa?).
Apalagi jika guru hanya memilih salah satu saja: siswa senang atau siswa memperhatikan. Jika ini yang terjadi, maka guru boleh jadi hanya mengajar siswa dengan menyanyi dan tepuk tangan; atau guru bertindak keras dengan memberikan hukuman bagi siswa yang tidak memperhatikan atau gagal mencapai tujuan belajar.
Pendapat siswa tentang pembelajaran yang menarik di atas jelas lebih menyeluruh. Pembelajaran yang di dalamnya ada cerita atau nyanyian atau tantangan yang “terjangkau” tentu saja akan membangkitkan hasrat siswa untuk mengikutinya karena pada umumnya siswa suka dengan cerita atau nyanyian atau tantangan.
Namun pembelajaran yang menarik bukanlah sekadar menyenangkan yang tanpa target. Ada sesuatu yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran, yaitu pengetahuan atau keterampilan baru. Jadi, pembelajaran yang menarik haruslah memfasilitasi siswa untuk berhasil mencapai tujuan pembelajaran secara optimal, dengan cara yang mudah, cepat, dan menyenangkan; dan, pendapat ini justru disampaikan oleh siswa.
Adapun manfaat dari pembelajaran yang menarik tersebut, karena dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan beban psikiologis siswa, tentunya akan mengefektifkan sekaligus mengefisienkan aktivitas belajar-mengajar di kelas. Kita menyadari bahwa pembelajaran yang efektif dan efisien membutuhkan kerja sama yang kompak antara guru dan siswa. Dalam proses pembelajaran itu harus terjadi interaksi yang intensif antarberbagai komponen sistem pembelajaran (guru, siswa, materi belajar, lingkungan).
Lebih-lebih jika kita menginginkan proses pembelajaran yang standar, yaitu proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik sebagaimana diamanatkan oleh pasal 19 ayat (1) PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, jelas, pertama-tama pembelajaran harus menarik.

Empat Hal Dasar

Untuk mewujudkan pembelajaran yang menarik (sekaligus efektif dan efisien), William Watson Purkey dalam artikelnya berjudul “Preparing Invitational Teachers for Next-Century Schools” (dalam Slick, 1995:1-3) menyarankan empat hal yang harus ada dan dipenuhi dalam setiap proses pembelajaran, demi untuk memberikan tujuan dan arah yang jelas. Keempat hal dasar tersebut meliputi: kepercayaan (trust), rasa hormat (respect), optimisme (optimism), dan kesengajaan (intentionality).
Kepercayaan. Proses pembelajaran seyogyanya merupakan kegiatan bersama dan saling mendukung antara guru dan siswa, di mana proses sama pentingnya dengan produk. Dalam praktik pembelajaran harus terjadi suatu pengenalan atas “saling ketergantungan” di antara sesama manusia. Ungkap dia: “Attempting to teach students without involving them in the process is a lost cause.” Bahkan andaikata usaha untuk membuat siswa melakukan apa yang diinginkan oleh guru tanpa kerja sama mereka dianggap berhasil, energi yang dihabiskan oleh guru biasanya tidak sepadan dengan apa yang dicapai.
Rasa hormat. Rasa hormat dapat diwujudkan dengan kepedulian yang mendalam kepada para siswa dan perilaku yang memadai yang ditunjukkan oleh guru. Harus dipahami bahwa setiap orang pasti mampu, bernilai, dan cakap untuk menjadi bertanggung jawab; dan mereka harus diperlakukan secara benar. Rasa “saling-menghormati” di antara guru dan siswa, adalah dasar bagi terbangunnya tanggung jawab bersama, sebagai unsur sangat penting yang harus ada dalam setiap kelas.
Optimisme. Setiap orang mempunyai potensi yang tak terbatas. Keunikan manusia adalah tidak-adanya batasan yang jelas mengenai potensi yang telah ditemukan. Pembelajaran yang menarik tidak akan ada artinya apabila optimisme mengenai potensi manusia terabaikan.
Kesengajaan. Potensi manusia dikenali terutama dengan tempat, proses, dan program yang dirancang untuk merangsang perkembangan; dan ini dapat dilakukan guru yang dengan sengaja membuat dirinya menarik, bagi diri sendiri dan orang lain, secara pribadi maupun secara profesional.

Pendekatan Pembelajaran

Ada beberapa pendekatan atau model bagi penyelenggaraan proses pembelajaran yang menarik. Misalnya: CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) atau PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Atau yang berasal dari mancanegara (dari buku terjemahan), seperti: “Quantum Teaching” (DePorter, 2001), ”Accelerated Learning” (Meier, 2002).
Guru dapat mempraktikkan model atau pendekatan pembelajaran seperti disebutkan di atas, termasuk dari buku-buku terjemahan, dengan penyesuaian tertentu. Boleh juga guru merancang model sendiri, atau memodifikasi model yang sudah ada dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Namun, model apa pun yang digunakan, unsur-unsur seperti yang disarankan oleh Purkey dan pendapat siswa di atas harus dipenuhi.
Yang harus dipahami, model atau pendekatan itu hanya alat. Semua kembali kepada siapa yang menggunakan (the man behind the gun). Sebagus apa pun alatnya, kalau tidak didukung dengan kemampuan dan kemauan pemakainya, alat itu tidak banyak gunanya. Dan untuk hal-hal yang menyangkut peningkatan mutu pendidikan, kembalinya adalah pada guru sebagai pelaksana di lapangan, yaitu guru yang berkualitas dan memiliki komitmen tinggi untuk membantu siswa mencapai keberhasilan.
Komitmen di antaranya dipengaruhi oleh kedalaman pemahaman dan keluasan wawasan tentang hal-hal yang terkait dengan tugas. Jika guru memiliki pemahaman dan wawasan yang baik tentang tugasnya, ia akan memiliki komitmen yang baik pula. Jadi dengan banyak membaca, melihat, merenung atau merefleksi diri, berdiskusi dengan teman sejawat termasuk dengan siswa, atau melakukan penelitian tentang keberhasilan pembelajaran, guru akan mampu menyelenggarakan pembelajaran yang menarik.