Selasa, 08 November 2016

RPP berbasis TIK



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Guruan                          : Sekolah Dasar
Kelas/Semester                         : 4/1
Tema                                         : 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup
Subtema                                    : 1 Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumahku
PB                                             : 5
Materi Pokok                            : PJOK, IPA, Bahasa Indonesia
Alokasi Waktu                          : 6 x 35 Menit (1 Pertemuan) 
     A.    Kompetensi Dasar dan Indikator
PJOK
Kompetensi Dasar:
3.9     Memahami pengaruh aktivitas fisik dan istirahat yang cukup terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
4.3     Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar lokomotor untuk membentuk gerakan dasar atletik jalan cepat dan lari yang dilandasi konsep gerak melalui permainan dan atau olahraga tradisional.
Indikator :
3.9.1 Menjelaskan pengaruh dari aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dalam tubuh diri sendiri.
3.9.2 Memberi contoh aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dalam tubuh diri sendiri.
4.3.1 Mempraktikan pola gerak dasar atletik jalan cepat dan lari yang dikemas melalui permainan “hewan”
IPA
Kompetensi Dasar:
3.1     Menjelaskan bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya.
4.1     Menuliskan hasil pengamatan tentang bentuk luar (morfologi) tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya.
Indikator :
3.1.1 Menyebutkan bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya.
3.1.2 Memperkirakan fungsi dari bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan
4.1.1 Menunjukkan hasil pengamatan tentang morfologi dan fungsi dari tubuh hewan dan tumbuhan
Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar:
3.1     Menggali informasi dari teks laporan hasil pengamatan tentang gaya, gerak, energi panas, bunyi, dan cahaya dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku.
Indikator :
3.1.1 Mengkategorikan informasi dari teks laporan hasil pengamatan tentang gaya, gerak, energi panas, bunyi, dan cahaya.
3.1.2 Merancang laporan dari informasi yang didapat dari teks laporan hasil pengamatan tentang gaya, gerak, energi panas, bunyi, dan cahaya.

B.         Tujuan Pembelajaran
1.      Melalui aktivitas fisik “hewan” anak dapat menjelaskan secara langsung pengaruh dari kegiatan fisik yang ia rasakan
2.      Melalui aktivitas fisik “hewan” pula, anak secara langsung mengaplikasikan gerak dasar jalan cepat dan lari.
3.      Setelah diadakan pengamatan yang dilakukan secara berkeompok, siswa diharapkan mampu mengetahui fungsi dari bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan
4.      Setelah mengetahui, siswa juga dapat menunjukkan hasil pengamatan dan mengaitkan  terhadap bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan bedasarkan pengamatan pada seledri
5.      Siswa mampu memahami materi ini sehingga dapat menjawab pertanyaan yang telah disuguhkan dalam lembar kerja siswa (LKS)
6.      Dalam forum diskusi, siswa dapat membahas hal-hal yang bersinggungan dengan materi dan dapat mengembangkan pokok pembahasan sehingga ada penemuan masalah dan solusi.
        C.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
    1.      Guru membuka kelas dengan menyapa semua siswa
    2.      Guru menanyakan kabar kepada para siswa
    3.      Guru meminta ssalah satu siswa untuk memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai
    4.      Guru mempresensi setiap siswa dengan meminta siswa mengecek kanan, kiri, depan dan belakangnya.
    5.      Guru mengulas kembali sedikit materi yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya mengenai hewan yang ada di darat udara dan air.
Kegiatan inti ( 180 menit )
Fase 1
(Menyampaikan Tujuan dan Memotivasi siswa)

  •   Sebelumnya kelas dimulai, siswa telah log in di situs EDMODO dan telah mengunduh satu materi yang akan dipelajari hari ini yang berisi  video penyampaian tujuan pembelajaran dan materi berupa softfile.
  •   Siswa menjawab pertanyaan singkat dari guru yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas guna menyiapkan anak dalam menerima pembelajaran hari ini.

-          Apa yang disebut aktivitas fisik?
-          Apa saja fungsi bagian tubuh hewan dan tumbuhan?
-          Mengapa mahkluk hidup perlu aktivitas fisik untuk mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya?  
  •  Siswa menuju lapangan secara tertib untuk melakukan aktivitas fisik atletis melalui permainan ‘hewan’
Fase-2
(Menyajikan Informasi)

  •  Guru menjelaskan bahwa siswa akan melakukan permainan tentang hewan yang tumbuh di darat dan hidup di air (terdapat di e-book yang telah diunduh siswa, buku siswa halaman 25).
  •  siswa keluar secara bergiliran dimulai dari kelompok satu sampai kelompok terakhir
  •  Siswa melakukan kegiatan olahraga yang dilakukan melalui permainan ‘ hewan’
  •  Siswa kembali ke kelas secara teratur
  •  Siswa melakukan refleksi tentang permainan yang baru saja dilakukan dengan menjawab pertanyaan dari guru
  •  Guru menjelaskan bahwa siswa akan melakukan percobaan untuk membuktikan apakah tumbuhan juga sama seperti manusia (butuh minum)/ menyerap air.
  •  Sebelum melakukan percobaan siswa diminta untuk membaca buku siswa halaman 26 yang ada pada e-book yang telah terunduh.
  • Guru berkeliling untuk mengetahui apakah seluruh siswa membuka halaman yang dimaksud dan membacanya.
Fase 3
(Mengorganisasikan Siswa dalam Kelompok Belajar)

  •   Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 siswa.
  •   Guru memberi contoh dan menerangkannya melalui video percobaan pada batang seledri. di youtube yang diputar melalui LCD kelas
  •  Siswa mengamati video langkah percobaan yang sedang diterangkan  oleh guru
  •         Masing-masing kelompok membagi tugas dalam proses percobaan untuk masing-masing siswa, satu tugas untuk satu siswa
-          Siswa pertama menyiapkan alat dan bahan
-          Siswa kedua menuangkan air
-          Siswa ketiga memberi pewarna
-          Siswa keempat memotong batang seledri
  • Siswa terakhir membimbing percobaan yang dilakukan teman-temannya dengan membacakan langkah-langkah


Fase 4
(Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar)

  •        Setelah melakukan percobaan, siswa menjawab pertanyaan pada e-book  siswa halaman 27.
  • Siswa mendiskusiskan hasil jawaban dengan temannya lewat EDMODO (peer assessment atau penilaian antar teman) apakah jawaban temannya sudah tepat atau masih ada yang kurang.
  •  Siswa mengamati apa yang terjadi pada batang seledri yang telah dicelupakan ke air berwarna merah, kuning, dan biru.
  •    Siswa mendokumentasi dan mencocokan hasil pengamatan batang yang telah dicelupkan kedalam air berwarna dengan jawaban siswa pada e-book siswa halaman 27  yang telah dikerjakan sebelumnya (saat belum mengamati batang seledri yang dicelup kedalam air berwarna).
  •  Siswa diberi kesempatan untuk menyimpulakan hasil percobaan yang ditulis melalui microsoft word dan diupload diblog masing-masing.
Fase 5
(Evaluasi)
  •   Semua siswa mengirim hasil pekerjaannya melalui e-mail dengan teman sebangkunya lalu saling memeriksa hasil pekerjaan masing-masing.
  •   Siswa saling menggali informasi mengenai percobaan batang seledri dengan teman sebangkunya.
  •  Siswa saling memberi saran mengenai jawaban teman sebangkunya.
Fase 6
(Memberikan Penghargaan)
  • Siswa mempresentasikan hasil pengamatan di depan kelas dengan percaya diri
  • Guru memberi apresiasi terhadap siswa yang maju ke depan dan membacakan hasil pengamatan berupa pujian dan tepuk tangan




Penutup
a. Siswa menjawab soal perenungan yang diberikan lewat EDMODO guru.
b. Guru mengulas kembali kegiatan yang sudah dilakukan dan meminta siswa melakukan refleksi dari kegiatan yang baru saja mereka lakukan dengan menjawab peertanyaan:
-        Bagaimana perasaan kalian mengikuti kegiatan hari ini?
-        kegiatan apa yang paling kalian sukai? Mengapa?
-        kegiatan apa yang paling mudah/sulit? Mengapa?
-        sikap apa yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah tadi kita belajar?
c. Guru memberikan penguatan dan kesimpulan tentang pembelajaran hari ini.
d.Guru memberikan tugas rumah kepada siswa
e.Guru Meminta seorang siswa memimpin doa. Siswa memberi salam pada guru. Guru mengingatkan siswa untuk memberi salam pada orang tua






Rabu, 21 September 2016

materi ips sd kelas 3 bab 1 KTSP



Materi IPS SD kelas III  Bab 1 Lingkungan Alam dan Buatan

A.    Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri). Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.
B.     Ketampakan Lingkungan Alam dan Buatan
      Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Lingkungan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan alam dan lingkungan buatan. Berikut akan diuraikan tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan yang ada di alam semesta, khususnya yang ada di sekitar kita.
1.      Lingkungan Alam
            Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang ada di alam dan diciptakan oleh Tuhan. Ketampakan lingkungan alam di muka bumi berbeda-beda. Contoh lingkungan alam yang ada di muka bumi, antara lain sungai, danau, laut, lembah, dan gunung. Selain itu, ketampakan alam ada juga yang berupa dataran rendah, pantai, laut, pegunungan, dan dataran tinggi.
a.       Pegunungan
Salah satu ketampakan alam yang dapat kita lihat adalah pegunungan. Pegunungan adalah bentang alam yang berupa deretan gunung yang bersambungan. Pegunungan termasuk dataran tinggi. Udara di pegunungan biasanya sejuk dan bahkan ada yang sangat dingin. Daerah pegunungan sangat baik untuk bercocok tanam buah, sayur, dan bunga. Daerah pegunungan juga dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata. Oleh karena pemandangannya yang indah. Daerah pegunungan yang banyak ditumbuhi tanaman dapat menyerap dan menyimpan air hujan. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya erosi. Erosi adalah pengikisan tanah yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor.
b.      Sungai
Sungai juga termasuk ketampakan alam. Sungai banyak memberikan manfaat bagi manusia. Manfaat sungai, antara lain untuk mandi, mencuci, pengairan lahan pertanian (irigasi) dan sarana transportasi (untuk sungai sungai besar di luar Pulau Jawa). Di sungai banyak hidup berbagai binatang air, seperti ikan, buaya, dan katak
c.         Danau
Danau merupakan lingkungan alam. Danau terjadi karena adanya cekungan di alam yang terisi air, baik dari air hujan maupun dari mata air yang ada di tempat tersebut. Danau juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air. Danau sangat bermanfaat bagi manusia. Manfaat danau bagi kehidupan manusia, antara lain, untuk keperluan-keperluan sebagai berikut:
1) budi daya ikan air tawar,
2) tempat wisata,
3) irigasi atau pengairan sawah, dan
4) sarana olahraga (dayung).
d.      Pantai dan Laut
Pantai adalah daerah perbatasan antara laut dan daratan. Pantai lazim terletak di daerah pesisir. Pantai biasanya banyak ditumbuhi pohon kelapa dan tumbuhan bakau.Tumbuhan bakau berguna untuk menahan abrasi atau erosi yang disebabkan gelombang air laut dan tempat hidup ikan. Pantai yang indah menjadi salah satu objek wisata yang digemari banyak orang.
Laut juga termasuk dalam ketampakan alam yang banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Laut menyimpan banyak kekayaan alam, seperti ikan dan mutiara. Di dasar laut juga banyak terdapat sumber daya alam, seperti minyak bumi dan gas. Laut menjadi sarana transportasi yang penting, baik dalam satu negara maupun antarnegara. Laut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana olahraga, seperti berenang menyelam, ski air, selancar, dan perahu layar.
2.      Lingkungan Buatan
Lingkungan buatan adalah segala sesuatu yang dibuat oleh manusia dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Contoh lingkungan buatan adalah waduk, lahan
pertanian, tambak, perkebunan, dan permukiman penduduk.
a.        Waduk
Waduk dibuat manusia untuk menampung air hujan. Waduk juga sebagai tempat berkumpulnya aliran sungai atau tempat penampungan air di wilayah yang bersangkutan. Manfaat waduk bagi manusia, antara lain untuk keperluan-keperluan sebagai berikut:
1) pembangkit listrik,
2) irigasi atau pengairan sawah,
3) budi daya ikan air tawar,
4) tempat rekreasi,
5) pengendali banjir, dan
6) kegiatan olahraga (dayung, ski air, dan sebagainya).
b.       Lahan Pertanian
Indonesia merupakan negara yang mempunyai lahan pertanian yang luas. Lahan pertanian yang ada di Indonesia dimanfaatkan penduduk untuk kegiatan pertanian seperti padi, jagung, sayuran, buah, dan tanaman lainnya. Sebagian besar penduduk di negara kita bermata pencaharian sebagai petani. Lahan pertanian harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hasil pertanian berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
c.        Tambak
Usaha tambak dilakukan di daerah dekat pantai. Petani tambak menggunakan daerah pantai untuk usaha tambak udang dan bandeng. Udang dan bandeng merupakan sumber protein yang diperlukan tubuh kita. Pernahkah kamu melihat budi daya bandeng di tambak?
d.      Perkebunan
Pernahkah kamu pergi ke daerah pegunungan atau di dataran tinggi? Tanaman apa saja yang ada di daerah pegunungan? Tanaman di daerah pegunungan adalah jenis tanaman perkebunan yang bisa tumbuh dengan baik di daerah sejuk, seperti teh, kopi, dan tembakau. Selain di dataran tinggi usaha perkebunan juga diusahakan di tempat lain. Contoh hasil dari tanaman perkebunan lainnya adalah kelapa sawit, karet, cokelat, kapas, dan sebagainya. Perkebunan juga termasuk dalam lingkungan buatan. Perkebunan dibuat oleh manusia dengan tujuan untuk berbagai memenuhi kepentingan hidupnya.
e.       Pemukiman
Pemukiman penduduk merupakan suatu wilayah yang digunakan untuk tempat tinggal masyarakat. Pemukiman penduduk juga termasuk dalam lingkungan buatan, karena kompleks pemukiman dibuat manusia untuk
tujuan tertentu yaitu sebagai tempat tinggal. Kawasan pemukiman penduduk adalah suatu tempat berupa rumah-rumah yang dibangun pada lahan tertentu.
C.     Lingkungan Alam dan Buatan di Sekitar Sekolah
Lingkungan alam dan lingkungan buatan juga dapat kamu temukan di sekolah. Coba, kamu perhatikan uraian berikut. Murid-murid kelas III dibimbing oleh Bu Farida menuju halaman belakang sekolah. Dari halaman belakang sekolah terlihat bentuk muka bumi yang menonjol tinggi dan besar di kejauhan. Bu Farida menjelaskan bahwa bentuk muka bumi tersebut adalah gunung dan sudah ada sejak dahulu sebelum sekolah ini dibangun. Gunung termasuk lingkungan alam yang ada di bumi. Pernahkah kamu melihat atau pergi ke gunung? Di sekitar sekolah selain ada gunung, juga ada parit yang dibuat oleh penjaga sekolah dengan dibantu beberapa pekerja. Parit berguna untuk mengalirkan air bila terjadi hujan. Oleh karenanya, halaman sekolah tidak pernah tergenang air. Parit termasuk lingkungan buatan karena dibuat oleh manusia. Di samping gedung sekolah terdapat kolam untuk memelihara ikan lele. Warga sekolah ikut memelihara kolam tersebut. Setiap hari, secara bergiliran murid-murid memberi makan dan membersihkan kolam. Kolam termasuk lingkungan buatan. Selain ketampakan alam dan buatan yang telah diuraikan di muka, dapatkah kamu menyebutkan ketampakan lingkungan alam dan ketampakan lingkungan buatan yang ada di sekitar sekolahmu?
D.     Cara Memelihara Lingkungan Alam dan
Buatan
Lingkungan alam dan buatan harus dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya. Lingkungan alam dan buatan yang dijaga kelestariannya akan terus memberikan manfaat bagi manusia. Berikut beberapa cara dalam memelihara lingkungan alam dan buatan yang ada di sekitar kita.
1.      Cara Memelihara Lingkungan Alam
Tumbuh-tumbuhan yang hidup di hutan dan di pegunungan dapat berfungsi untuk melestarikan air, udara, dan tanah. Akar tumbuhan dapat berfungsi sebagai penahan air, sehingga tidak akan terjadi banjir dan erosi pada saat hujan deras. Erosi dan banjir menyebabkan lapisan tanah paling atas akan ikut hanyut. Padahal lapisan tanah paling atas adalah yang paling subur. Hutan juga disebut dengan paru-paru dunia. Tumbuhan yang ada di hutan menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida. Hal ini terjadi pada saat tumbuhan melakukan proses fotosintesis. Oksigen diperlukan makhluk hidup untuk bernapas.
a.        Menjaga Kelestarian Air
Setiap makhluk hidup membutuhkan air. Manusia membutuhkan air untuk minum, mandi, mencuci, memasak, dan lain-lain. Air untuk minum harus dimasak lebih dulu agar kuman-kuman nya mati. Hewan memerlukan air untuk minum dan mandi. Tumbuhan memerlukan air untuk pertumbuhan dan kesuburannya. Air merupakan karunia Tuhan yang harus dijaga keberadaan dan kebersihannya. Air yang kotor atau tercemar tidak dapat dimanfaatkan. Air yang kotor atau tercemar dapat membahayakan kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Kelestarian air dapat dijaga dengan cara antara lain:
1)       tidak membuang sampah di sungai atau saluran air
2)       melakukan kegiatan penghijuan atau penanaman pohon
yang dapat berfungsi sebagai penahan dan penyimpan air;
3)       menggunakan air sesuai kebutuhan.
4)      Air bekas cucian dan mandi diusahakan tidak langsung
meresap ke dalam tanah, tetapi dialirkan ke saluran
pembuangan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pencemaran
air tanah.
b.      Menjaga Kelestarian Udara
Udara sangat penting bagi kehidupan manusia. Setiap makhluk hidup di bumi membutuhkan udara. Manusia dan hewan memerlukan udara untuk bernapas. Tanpa udara semua makhluk hidup akan mati. Udara perlu dijaga kebersihannya. Asap pabrik dan asap kendaraan bermotor dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Pencemaran udara sama dengan polusi udara. Untuk mengurangi pencemaran udara, pabrik-pabrik yang besar harus menggunakan cerobong asap. Udara yang bersih baik untuk kesehatan badan. Untuk mengurangi terjadinya pencemaran udara
sebaiknya di kanan kiri jalan ditanami pohon. Kamu juga harus
ikut serta dalam menjaga kebersihan udara.
c.       Menjaga Kesuburan Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi makhluk hidup. Semua hasil pertanian, perkebunan, tambang, dan hasil bumi lainnya berasal dari tanah. Tanah yang subur dapat menghasilkan tanaman yang baik. Tanah yang tandus perlu diolah agar menjadi subur. Sampah dari daun baik untuk menyuburkan tanah.Untuk menjaga kelestarian tanah tanamilah tanah kosong di sekitarmu agar tidak menjadi tandus. Tanah harus diolah dengan pengairan dan pemupukan yang benar.
Kelestarian tanah juga dapat dilakukan dengan cara tidak membuang sampah di sembarang tempat. Sampah harus dibuang di lokasi pembuangan yang semestinya. Sampah yang kita buang umumnya terdiri atas sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup. Contoh sampah organik adalah daun-daun, sisa-sisa makanan, dan sebagainya. Sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari benda tak hidup. Contoh sampah anorganik antara lain kaleng, botol, dan plastik. Sampah organik dapat membusuk dan terurai oleh bakteri atau jamur sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. Sementara sampah anorganik tidak dapat terurai sehingga akan merusak kelestarian tanah. Oleh karena pentingnya tanah, air, dan udara maka jagalah kelestarian tanah, air, dan udara di sekitarmu. Hal ini bertujuan agar dapat terus memberikan manfaat bagi kehidupan. Semua itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Cara Memelihara Lingkungan Buatan
a.        Menjaga Ketertiban Lingkungan
Lingkungan yang aman, tertib, dan tenteram menjadi harapan semua orang. Oleh karenanya, setiap warga harus menjaga keamanan dan ketertiban. Apa yang terjadi jika kita tidak menjaga ketertiban lingkungan? Tentu saja lingkungan tidak akan aman, banyak terjadi pencurian, kekacauan, dan berbagai keributan lain. Akibatnya warga merasa terancam dan tidak dapat hidup tenang.
b.       Menjaga Kebersihan Lingkungan
Lingkungan yang bersih merupakan dambaan setiap orang. Kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab setiap orang. Perhatikan uraian berikut. Di kompleks perumahan Pak Tatang setiap hari minggu diadakan kerja bakti. Pukul tujuh pagi semua warga sudah berkumpul untuk melaksanakan kerja bakti. Mereka membawa alat-alat yang diperlukan untuk kerja bakti. Pak Tatang, selaku ketua RT, memberikan petunjuk kepada warga. Ada yang membersihkan saluran air, ada yang mendorong gerobak sampah, ada yang mencangkul, meratakan tanah, dan ada yang membersihkan rumput liar. Anak-anak juga ikut serta dalam kegiatan kerja bakti tersebut, dengan mengumpulkan sampah dan membuangnya ke tempat sampah. Ibu-ibu menyediakan makanan dan minuman untuk para warga. Sekarang kompleks perumahan tersebut menjadi bersih
dan asri. Lingkungan yang bersih akan mencegah berjangkitnya
berbagai penyakit. Kamu harus selalu menjaga lingkungan
tempat tinggalmu agar selalu bersih dan sehat.
c.        Menjaga Kebersihan Akuarium
Apakah kalian mempunyai akuarium di rumah? Akuarium
yang kalian miliki termasuk dalam lingkungan buatan. Akuarium
yang kita buat, di dalamnya berisi ikan dan berbagai benda
buatan yang mirip dengan benda-benda di sungai dan laut.
Seperti, batu karang, tanaman hias, kerikil, dan sebagainya.
Semua itu bertujuan agar akuarium terlihat seperti bentuk kehidupan laut yang sebenarnya, dan ikan yang ada di akuarium merasa seperti hidup
di laut. Akuarium harus selalu dijaga kebersihannya. Oleh karena itu, seminggu sekali akuarium harus dibersihkan. Airnya yang kotor harus rutin
diganti. semua itu akan membuat ikan hidup dengan sehat. Akuarium yang bersih menjadi indah dipandang mata.
3.      Contoh Perilaku Memelihara Lingkungan Alam dan Buatan
Kalian semua tentu pernah melihat sungai, baik sungai yang besar maupun sungai yang kecil. Sungai termasuk ketampakan alam. Tahukah kalian manfaat sungai? Manfaat sungai banyak sekali seperti yang telah dijelaskan di depan. Agar sungai selalu dapat dimanfaatkan oleh manusia,
sungai harus dijaga kelestarian dan kebersihannya. Contoh perilaku yang baik dalam memelihara sungai adalah dengan tidak membuang sampah
dan limbah ke sungai, karena dapat mencemari dan mengotori
sungai. Selain itu sampah yang dibuang di sungai juga dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir. Selain sungai, ketampakan
alam dan buatan yang harus dijaga kelestariannya adalah hutan. Hutan
ada yang alami dan ada yang buatan. Hutan alami adalah hutan yang ada dengan sendirinya sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hutan buatan adalah hutan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai tujuan dan kepentingan hidupnya.
Manfaat hutan yang paling utama adalah sebagai tempat penyimpanan air serta mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, kita tidak boleh merusak hutan. Hutan wajib dijaga kelestariannya dengan cara tebang pilih (menebang pohon dengan cara memilih pohon yang lebih tua dan siap untuk ditebang) dan reboisasi. Reboisasi adalah penanaman kembali pohon-pohon di hutan. Sawah merupakan contoh lingkungan buatan yang sengaja dibuat manusia. Petani menanam padi di sawah. Dari menanam padi petani mendapatkan beras yang dimasak menjadi nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Agar dapat memperoleh
hasil yang maksimal petani harus mengolah lahan pertaniannya dengan baik, seperti penggunaan pupuk yang benar, sistem pengairan yang baik, dan mengolah tanah dengan baik. Usaha usaha tersebut merupakan bentuk pemeliharan dan pelestarian lingkungan alam dan buatan.